Nuphii Usiel GokieL

SUGENG RAWUH WONTEN BLOG KULA

Minggu, 27 Maret 2011

STRUKTUR TUMBUHAN PLANTAE DAN ANIMALIA

MENGENAL STRUKTUR FUNGSI PLANTAE DAN ANIMALIA
A.TUJUAN
Kegiatan 1
1. Menemukan gejala-gejala penyesuaian struktur sel, jaringan, dan organ pada tumbuhan.
2. Menunjukan beberapa ciri penyesuaian struktural pada tumbuhan.
Kegiatan 2
1. Untuk mengetahui struktur sel epitel pada manusia (kingdom aninalia)
B. LATAR BELAKANG
Di dalam lingkungan sekitar kita telah nampak hewan dan tumbuhan yang memiliki cirri-ciri atau karakteristik tertentu. Keseluruhan sifat fisik yang nampak dari luar dari luar pada binatang jelas berbeda dalam pandangan kita jika dibandingkan dengan apa yang Nampak pada tumbuhan. Keduanya tentulah memiliki susunan tertentu yang membuatnya demikian. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa apa-apa yang dapat kita observasi maupun yang kita amati dibawah suatu mikroskop hanya memberikan hasil pengamatan tertentu. Dalam hal ini, termasuk mengapa objek kajian memiliki karakteristik morfologi demikian dan sebagainya.
Maka dari itu, kurangnya pengetahuan dan kepahaman mahasiswa terhadap objek pengamatan baik yang dapat diamati dengan mata telanjang maupun dengan bantuan mikroskop, serta ilmu-ilmu yang terkandung didalamnya tentang hubungan – hubungan yang menyertai suatu struktur objek dengan peran dan fungsinya dalam suatu tubuh makhluk hidup, maka perlu dikaji dan dipelajari lebih mendalam. Selain itu lingkup yang dikaji mulai dari bagian terkecil suatu makhluk hidup yaitu sel sampai tingkat organ, sehingga hasil pembelajaran yang diperoleh menjadi semakin luas, mendetail, dan lebih kompleks.
C. KAJIAN PUSTAKA
Hewan dan tumbuhan memiliki cirri-ciri morfologi dan anatomi yang berbeda. Morfologi tumbuhan mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhan yang dipisahkan karena demikian pesat perkembangannya menjadi morfologi luar atau morfologi saja dan morfologi dalam atau anatomi tumbuhan. Morfologi tumbuhan tidak hanya menggunakan bentuk dan sususnan tubuh tumbuhan saja, tetapi juga menentukan apakah fungsi masing-masing bagian itu dan selanjutnya diketahui darimana asal, bentuk, dan susunan yang demikian. Dalam teori yang berlaku dalam dunia ilmu hayat memisalkan bahwa bentuk dan susunan tubuhb tumbuhan selalu disesuaikan dengan fungsinya serta alam serkitarnya. ( Gembong Tjitrosoepomo, 1987 : 1-2 )
Anatomi tumbuhan merupakan analogi dari anatomi manusia atau hewan. Walaupun secara prinsip kajian yang dilakukan melihat vkeseluruhan fisik sebagai bagian-bagian yang secara fungsional yang berbeda. Anatomi tumbuhan menggunakan pendekatan metode yang berbeda dari anatomi hewan. Anatomi tumbuhan biasanya dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan hiearki dalam kehidupan:
1.Histologi: mempelajari struktur dan fungsi berbagai jaringan berdasarkan bentuk dan peran sel penyusunnya.
2.Sitologi: mempelajari struktur dan fungsi sel serta organel-organel di dalamnya, proses kehidupan dalam sel serta hubungan antara satu sel dengan sel yang lain.
3.Organologi : mermpelajari struktur dan fungsi organ berdasarkan jaringan-jaringan penyusunnya.
Sel merupakan satuan struktual terkecil dari suatu organism hidup. Pada makhluk hidup bersel banyak, berbagai fungsi kehidupan itu dilakukan oleh kelompok-kelompok sel yang berbeda, walaupun masih ada fungsi-fungsi kehidupan yang dilakukan oleh semua sel.( Drs.Mochamad Nasir,M.sc, 1993 :13)
Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai asal, struktur, dan fungsi yang sama. Pada tumbuhan dibedakan atas jaringan meristem(muda) dan jaringan dewasa , sedangkan pada hewan dibedakan atas jaringan epitel, pengikat, otot, serta jaringan syaraf. ( Drs.Moochamad Nasir,M,Sc , 1993 : 20 )
Organ merupakan susunan dari jaringan-jaringan yang kemudian Nampak dalam pandangan mata telanjang. Pada dasarnya tumbuhan tersusun atas tiga pokok organ yaitu akar, batang, dan daun. Untuk mengamati anatomi suatu hewan diprlukan pembedahan guna memisahkan organ-organ di dalam tubuh sehingga tampak lebih nyata bentuk maupun hubungannya antara satu organ dengan yang lainnya.
Yang dimaksud tumbuhan air adalah tumbuhan yang merapung dan terendam. Termasuk pula tumbuh-tumbuhan yang sebagian besar terendam dan hanya dan hanya daunnya saja yang terapung di permukaan air. Oleh karena sebagian atau seluruh tumbuhan air itu ada dalam air dan tidak diudara, tumbuhan inipun mengalami kesulitan istimewa dalam pernafasan dan asimilasi, demikian pula dengan penyerbukan dan penyebaran. Asimilasinya bergantung pada sinar matahari yang dapat bagian-bagiannya yang hijau. Jadi semakin dalam tumbuhan itu ada dalam air, semakin berkuranglah tumbuhan itu membuat pati, sebab air lebih banyak menahan cahaya matahari daripada udara.

D. ALAT DAN BAHAN
Kegiatan 1
1. Silet
2. Gelas objek
3. Gelas penutup
4. Pipet tetes
5. Kertas hisap
6. Mikroskop
7. Daun teratai ( Nymphaea sp. )
8. Daun eceng gondok ( Euchornia crassipes )
9. Daun Hydrilla sp.
10. Daun tumbuhan darat
Kegiatan 2
1. Tusuk gigi
2. Metilen blue
3. Gelas benda
4. Kaca penutup
5. Air
6. Pipet
7. Mikroskop
E. LANGKAH KERJA
Kegiatan 1
1. Memberikan sedikit lem altheco pada potongan plastic transparan
2. Menempelkan dan menekan lem tersebut pada permukaan daun bagian
3. Membiarkan beberapa saat sampai lem mongering, kemudian angatlah plastic bersama lemnya
4. Mengamati di bawah mikroskop pada perbesaran 100 atau 400 X
5. Membuat pula cetakan stomata untuk permukaan daun tersebut
6. Menghitung jumlah stomata yang ada pada kedua permukaan daun tersebut
7. Mengamati struktur morfologis daun teratai dan eceng (tangkai, helaian, ukuran kedua bagian tersebut)
8. Membuat irisan tangkai daun eceng gondok pada bagian yang menggembung,lalu mengamati di bawah mikroskop kemudian menggambar hasil pengamatan
9. Mengambil sehelai daun Hydrilla sp dan mengamati di bawah mikroskop. Mengamati bentuk sel, kloroplas dan ada tidaknya stomata kemudian menggambar hasil pengamatan.
10. Memasukan hasil pengamatan ke dalam table
11. Membuat irisan ptiolus (tangkai daun) Eceng gondok dan mengamati di bawah mikroskop
12. Mengamati bentuk sel, dan susunan jaringannya. Menggambar dan mendeskripsikan hasil pengamatan. Memeasukkan ke dalam tabel.
Kegiatan 2
1.Menyiapkan preparat segar sel epitel
2.Menyediakan gelas benda yang bersih, meletakkannya diatas meja kemudian menetesinya dengan setetes metilen blue
3.Mengorek secara hati-hati epitel pipi sebelah dalam (kulit rongga mulut pada bagian pipi sebelah dalam ) dengan menggunakan tusuk gigi lalu memasukan ke dalam metilen blue pada gelas benda tadi dan menutupnya dengan gelas penutup.
4.Mengamati dengan mikroskop dan menggambarnya.
E. DATA HASIL PENGAMATAN
a.Kegiatan 1
NO TUMBUHAN YANG DIAMATI GEJALA YANG DIAMATI GAMBAR
1 Hydrilla -daunnya tipis mengelilingi seluruh batang.
-daun sempit memanjang dengan panjang 1,6 cm
-tidak memiliki stomata
-tidak memiliki tangkai
-warna daun hijau dan mempunyai lapisan lilin
-batangnya bersekat
2 Teratai -daunnya tipis dengan tepi bergerigi
-daun lebar melingkar dengan diameter 15 cm
-memiliki 25 stomata pada permukaan atas daun dan tidak memiliki stomata pada permukaan bawah daun
-letak stomata menyebar pada seluruh permukaan daun bagian atas
-tangkai adaun lentur dan panjang berwarna hijau kecoklatan
-tangkainya berongga dengan rongga paling besar di tengah
-permukaan atas daun licin dan permukaan bawah daun kasar dengan tulang daun jelas
3 Eceng Gondok -daunnya lebih tebal dari daun teratai
-luas daun lebih kecil dari daun teratai dengan diameter 4 cm
-memiliki … stomata pada permukaan atas daun dan 12 stomata pada permukaan bawah daun
-letak stomata menyebar tapi rapi
-tangkainya menggembung dan berongga
-daun dan tangkainya berwarna hijau.
4 Tumbuhan darat









Hasil pengamatan di bawah mikroskop
Terlampir
b.Kegiatan 2
Sel epitel rongga mulut pada manusia dilihat dengan mikroskop




F.PEMBAHASAN
Pada kajian pustaka telah disebutkan adanya sitologi, yaitu ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi sel serta organel-organel di dalamnya. Apabila kita meninjau dari histologi, yakni ilmu yang mempelajari struktur jaringan berdasarkan bentuk dan peran sel penyusunnya maka pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.
a.Jaringan meristem yang terdiri dari meristem primer dan sekunder.Jaringan meristem biasanya tersusun oleh sel-sel yang masih embrional yaitu sel-sel yang masih aktif membelah, contohnya pada ujung akar dan ujung batang.
b.jaringan dewasa terdiri atas epidermis (sebagai jaringan pelindung), parenkim (jaringan dasar), sklerenkim dan kolenkim (jaringan penguat), dan floem serta xylem (jaringan pengangkut).
Pada pengamatan kali ini, praktikan mengamati struktrur morfologi dan anatomi pada daun tumbuhan air (Hidrylla, Teratai, Eceng Gondok) serta tumbuhan darat.
1.Hidrylla
Klasifikasi Hydrilla sp.
Kingdom : Plantae
Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocors
Ordo : Alismatales
Famili : Hydrochatiraceae
Genus : Hydrilla
Species : Hydrilla verticillata

Berdasarkan hasil pengamatan, ciri morfologi daun Hydrilla sp. memiliki daun berwarna hijau dan tipis. Daunnya sempit memanjang dengan panjang 1,6 cm. Setiap tiga sampai empat helai daun tumbuh terkonsentrasi membentuk ruas-ruas pada batang. Jarak antar ruas semakin ke ujung batangnya jarang dan semakin rapat, terutama pada area 4 cm dari ujung batang. Susunan daun Hydrilla adalah tunggal. tepi daunnya bergerigi. Ciri tangkai dari Hydrilla adalah tangkainya lurus, mempunyai sedikit cabang, diameter tangkai 0,1 cm. Warna tangkai hijau dan licin karena mempunyai lapisan lilin. Tanaman air tawar ini tenggelam di dasar air.
Setelah mengamati ciri morfologi dari Hydrilla sp. kemudian kami mengamati ciri anatomi dari daun Hydrilla, dengan cara mengambil sehelai daun Hydrilla sp. kemudian mengamatinya dengan menggunakan mikroskop. Setelah dilakukan pengamatan di bawah mikroskop diperoleh adanya dinding sel, inti sel, dan butiran-butiran plastid. Butiran-butiran plastid pada tumbuhan berfungsi sebagai pembawa zat warna seperti kloroplas. Kloroplas adalah plastida yang mengandung butir-butir hijau daun yang berfungsi untuk proses fotosintesis. Daun Hydrilla adalah tumbuhan air yang memiliki klorofil, sehingga terlihat berwarna hijau. Jika dilihat dengan menggunakan mikroskop, terlihat susunan selnya berbentuk heksagonal panjang seperti susunan bata, di dalamnya terdapat bintik-bintik berwarna hijau yang disebut kloroplas. Hydrilla memiliki kloroplas istimewa, karena hidup di air yang dalam. Pergerakan kloroplas di dalam sel Hydrilla disebut dengan siklosis. Gerak yang terjadi pada kloroplas Hydrilla adalah gerak endonom, di mana gerak edonom adalah gerak yang tidak diketahui penyebab luarnya. Gerak ini dikenal pula sebagai gerak spontan, karena tumbuhan tersebut melakukan gerakan secara spontan tanpa perlu adanya rangsangan dari luar.
Kloroplas pada Hydrilla jauh lebih besar dari pada timbuhan darat lainnya. Itu disebabkan karena Hydrilla hidup di dalam air, sehingga kloroplas yang besar tersebut berfungsi untuk menangkap cahaya matahari yang lebih banyak untuk melakukan proses fotosintesis. Tumbuhan Hydrilla tidak mempunya stomata, karena Hydilla hidup di dalam air, sehingga tidak memerlukan oksigen dari luar.
2.Teratai
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Nymphaeales
Famili : Nymphaeaceae
Genus : Nymphaea
Teratai(Nymphae sp.) adalah salah satu contoh tumbuhan hidrofit(lingkungan yang memiliki kelembapan yang tinggi). Teratai memiliki struktur anatomis yang berbeda dengan tumbuhan lainnya. Struktur tersebut merupakan hasil adaptasi dengan lingkungannya yang memiliki kelebihan dalam hal ketersediaan air dan kelembapan yang tinggi serta keadaan yang kekurangan oksigen. Teratai memiliki lebih banyak ruang-ruang udara untuk membantu pengapungan di permukaan air. Teratai memiliki daun yang lebar dengan bentuk yang melingkar, dan tepi daun bergerigi. Sebagian besar daun-daun ini mengapung di atas air agar dapat mengambil oksigen yang ada di udara. Daun dapat mengapung karena adanya ruang udara yang berkembang dengan baik.
Pada permukaan adaksial atau atas, daun Teratai berwarna hijau dan stomata banyak ditemukan pada bagian ini sedangkan pada bagian abaksial atau bawah, daun Teratai berwarna keunguan dan terdapat tulang daun besar serta tulang daun kecil. Pada daun bagian abaksial biasanya tidak di temukan adanya stomata.
Teratai memiliki batang yang berfungsi untuk menyangga daun mengapung di atas air. Batang sebagian besar tenggelam di dalam air, namun ada beberapa yang muncul di atas permukaan air. Batang memiliki ruang udara yang berkembang dengan baik. Selain berfungsi sebagai penyokong dari daun, batang juga berfungsi untuk mengasorbsi nutrisi yang dibutuhkan oleh Teratai.
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan dibawah mikroskop daun teratai Tidak memiliki kutikula, namun pada umumnya tumbuhan hidrofit memiliki kutikula yang sangat tipis bahkan tidak memiliki kutikula sama sekali.Epidermis yang dimiliki hanya selapis. Fungsi epidermis lebih berperan dalam hal penyerapan gas dan nutrien. Sel-sel epidermis ini memiliki dinding yang tipis.Pada permukaan epidermis terdapat banyak stomata. Tipe stomata yang dimiliki adalah tipe menonjol keluar karena pada Teratai memiliki daun yang mengapung di atas air. Daun Teratai tergolong daun epistomatik karena stomata berada di permukaan atas daun (adaksial). Di bawah lapisan epidermis terdapat jaringan palisade yang didalamnya mengandung klorofil. Sementara itu, di bawah jaringan palisade terdapat jaringan bunga karang. Berdasarkan keberadaan dari jaringan palisade dan jaringan bunga karang, daun Teratai tergolong daun tipe dorsoventral.
Pada bagian jaringan palisade, terdapat sklereid yang bercabang dan berujung runcing, dan percabangannya masuk ke ruang antar sel. Sklereid bertipe trikosklereid. Sklereid ini berfungsi sebagai penyokong dan terkait dengan sistem pengapungan tumbuhan teratai ini. Selain pada palisade, trikosklereid juga terdapat pada jaringan sponsa dimana ujung-ujung percabangannya masuk ke ruang-ruang antar sel.Jaringan pengangkut pada daun tergolong tipe Kranz dimana berkas pengangkut dikelilingi oleh mesofil. Jaringan pengangkut ini terletak di antara jaringan sponsa.
Daun Teratai memiliki ruang udara yang luas, teratur dan berkembang dengan baik. Ruang udara ini memberikan pelampung bagi tumbuhan Teratai untuk mengapung dan juga sebagai penyimpan udara dan CO2. Trikomata tergolong trikoma non glanduler dimana ujungnya meruncing. Trikomata ini berfungsi sebagai pelindung dan mengurangi penguapan. Pada daun Teratai trikomata ban yak dijumpai pada bagian permukaan bawah daun (abaksial).Pada bagian permukaan bawah daun terdapat epidermis bawah yang berjumlah selapis.

3.Eceng Gondok
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Commelinales
Famili : Pontederiaceae
Genus : Eichhornia
Spesies : E. crassip

Eceng gondok mempunyai tangkai daun yang sekaligus menjadi batang. Secara morfologis batang eceng gondok terlihat menggembung pada bagian pangkal sampai ketengah dan mengecil sampai ke pangkal daun. Struktur morfologi ini sangat berbeda dengan struktur morfologi tangkai daun tumbuhan lain yang tidak mengapung diair. Berdasarkan teori, perbedaan ini disebabkan oleh penyesuaian diri (adaptasi) terhadap fungsi dan lingkungannya, yaitu berfungsi sebagai pelampung dihabitatnya; daerah perairan.
Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 4 - 8 cm. Tidak mempunyai batang serta daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.Tumbuhan air seperti eceng gondok memiliki struktur batang dan daun yang khas untuk hidup di air. Pada umumnya batang tanaman air berongga. Rongga itulah yang membuat tanaman tersebut dapat terapung di permukaan air.
Berdasarkan kajian teori diatas, maka diketahui bahwa tangkai daun Eceng Gondok menggembung dikarenakan secara anatomis jaringan parenkim batangnya mempunyai rongga-rongga udara yang disebut jaringan aerenkim atau jaringan parenkim udara. Hal ini dikarenakan rongga-rongga berisi udara tersebut digunakan untuk meringankan tubuh tumbuhan (Eceng Gondok) sehingga dapat mengapung di air. Berbeda dengan tangkai daun tumbuhan yang hidup di permukaan tanah yang secara umum tangkai daunnya padat berisi jaringan-jaringan yang tidak menyimpan atau mengandung udara. Justru jaringan parenkimnya kebanyakan mengandung cadangan makanan dan air, dan tentu saja tidak menggembung seperti eceng gondok. Bentuk tangkai daun atau batang tanaman Eceng Gondok ini merupakan adaptasi morfologi.Selain itu, tanaman air memiliki bentuk daun yang khas juga, biasanya berukuran lebar dan tipis, dengan banyak stomata di bagian epidermis atas. Banyaknya stomata tersebut memudahkan transpirasi yang dilakukan tumbuhan atas kelebihan air. Hal itu lebih mudah terjadi dengan tidak adanya kutikula di permukaan daun.
Berdasarkan pengamatan dan pengkajian teori yang dilakukan, Stomata pada eceng gondok banyak di epidermis atas. Berdasarkan teori, stomata yang sel-sel penutupnya terletak pada permukaan daun disebut stomata phaneropore. Stomata seperti ini terdapat pada tumbuh-tumbuhan hydrophyt. Stomata yang letaknya dipermukaan daun ini dapat menimbulkan banyaknya pengerluaran air secara mudah dan biasanya dapat pula dikemukakan bahwa epidermisnya tidak mempunyai lapisan kutikula. . Ini merupakan adapatasi bagi kelompok tumbuhan air seperti Eceng Gondok. Tumbuhan tersebut terus menerus mendapatkan air sehingga perlu diimbangi dengan penguapan yang tinggi. Stomatanya yang diatas membantu mengurangi kandungan air tersebut, karena jika tidak, tumbuhan bisa busuk. Itulah alasan mengapa stomata yang terdapat pada permukaan daun eceng gondok jumlahnya lebih banyak dari pada yang terdapat dibagian bawah daun.
4.Tumbuhan darat
Pada percobaan tumbuhan darat kelompok kami tidak melakukan pengamatan dengan mikroskop karena keterbatasan waktu. Sehingga pada pembahasan praktikan mencari melalui referensi-referensi. Pada tumbuhan darat memiliki banyak ciri-ciri yang perlu dipelajari dalam ilmu biologi. Pada tumbuhan darat juga memilki struktur dan fungsi tersendiri. Struktur tumbuhan adalah tampilan fisik tubuh tumbuhan. Penampilan fisik dapat berupa bentuk luar (morfologis) dan bentuk dalam (anatomis). Bentuk luar mudah dikenali dari penampakan bagian tubuh (organ) tumbuhannya, sedangkan bentuk dalam hanya akan terlihat jika dilakukan pembedahan atau pembuatan sayatan tipis yang diamati di bawah mikroskop. Struktur tumbuhan darat misalnya akar, batang, daun, biji, buah dan bunga.
Daun merupakan organ yang sangat penting pada tumbuhan. Fungsi utama daun untuk fotosintesis dan pertukaran zat. Daun menyerap energi cahaya dan CO2, sedangkan airnya diserap melalui akar. Sisa respirasi dan fotosintesis dilepaskan melalui daun pula. Pada umumnya daun pipih, melebar atau meluas dan berwarna hijau. Helaian daun yang luas sangat membantu dalam menangkap energi matahari dan CO2. Cirri tersebut tentu sesuai dengan fungsinya. Ada 4 macam jaringan pada organ daun, yaitu jaringan epidermis, jaringan tiang, jaringan bunga karang, dan jaringan pengangkutan.
Jaringan epidermis merupakan lapisan sel terluar pada lapisan atas dan bawah. Sel-selnya pipih menutup jaringan di bagian dalamnya dan diantaranya berubah menjadi mulut daun (stoma). Stoma sebagai alat pertukaran zat berperan mengendalikan pelepasan/hilangnya cairan jaringan. Akan tetapi, stoma juga mengatur masuknya CO2 yang dibutuhkan untuk fotosintesis. Pengendalian pertukaran zat itu terjadi melalui pengaturan membuka menutupnya stoma. Stoma tersusun dari dua sel penutup atau sel penjaga dan beberapa sel tetangga. Pada tumbuhan darat, stoma lebih banyak di permukaan bawah daun. Pada tumbuhan yang mengapung di air, seperti teratai, stoma berada di permukaan atas daun. Pada tumbuhan tenggelam, seperti Hydrilla sp. Tidak membentuk stomata. Pada jaringan tiang tersusun dari sel-sel yang memanjang dalam posisi tegak dan berisi banyak kloroplas. Jaringan itu dapat satu lapis atau beberapa. Kloroplas adalah perangkat sel tumbuhan yang di dalamnya terdapat klorofil dan perangkat fotosintesis lainnya.
Daun juga memiliki jaringan bunga karang, yaitu merupakan lapisan sel-sel yang tidak teratur, banyak rongga udara, dan berada di bawah lapisan jaringan tiang. Sel-selnya juga berkloroplas sehingga menjadi tempat fotosintesis. Pada daun terdapat juga jaringan pengangkutan. Jaringan ini pada daun membentuk suatu system pencabangan seperti jala yang kompleks, disebut tulang daun. Tulang daun terletak diantara jaringan tiang dan jaringan bunga karang. Pada sayatan melintang tulang daun merupakan berkas pengangkut yang tersusun dari xylem dan floem.

Pada percobaan yang telah dilakukan terhadap sel epitel rongga mulut diperoleh hasil bahwa sel epitel tersebut mempnyai bagian yang tampak dibawah mikroskop seperti inti sel, sitoplasma dan membrane sel.
F. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, maka diperoleh beberapa simpulan :
1. Beberapa spesifikasi di dalam sel-sel atau bagian sel yang terdapat pada suatu jaringan terjadi karena adanya struktur fungsi yang menyesuaikan dengan tempat hidup dan keadaan lingkungan.
2. Sel-sel tumbuhan mempunyai berbagai bentuk, struktur anatomis yang tidak selalu sama (berfariasi) sesuai dengan fungsinya yang diperlukan dalam tubuh suatu tumbuhan.
3. Teratai dengan batang tenggelam tetapi daun terapung biasanya hanya memiliki stomata pada permukaan daun bagian atas. Eceng Gondok dengan daun terangkat di atas permukaan air memiliki lebih banyak stomata pada permukaan daun atas.
4. Tumbuhan darat memiliki stomata lebih banyak pada permukaan daun bagin bawah tetapi tumbuhan air memiliki stomata lebih banyak pada permukaan atas daun.
5. Perbedaan cirri daun tumbuhan darat dan tumbuhan air adalah tumbuhan darat memiliki daun yang kaku sedangkan tumbuhan air memiliki daun yang lunak. Tumbuhan darat mempunyai kambium dan klorofil (zat hijau daun) sedangkan tumbuhan yang didalam air dia memiliki saluran udara atau rongga udara atau saluran nafas ditengah rongga kambium untuk menyimpan cadangan udara dan tidak berklorofil (non zat hijau) sehingga fungsi dari daunnya pada tumbuhan air adalah untuk menangkap makanan
6. Sel epitel rongga mulut merupakan sel epitel selapis dengan bagiannya adalah sel, sitoplasma, dan inti sel.

G. DAFTAR PUSTAKA
Nasir, Muhammad. 1993. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Yogyakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Tjitrosoepomo, Gembong. 1987. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press.
http://superpedia.rumahilmuindonesia.net/wiki/Hidrofit_(Tanaman) minggu, 07.03.10
http://id.answers.yahoo.com/question/ minggu, 07.03.10
http://id.wikipedia.org/wiki/Eceng_gondok minggu, 07.03.10
http://id.wikipedia.org/wiki/Daun kamis, 04.03.10
http://sweetir1s.multiply.com/journal/item/4/anatomi_dan_morfologi_Teratai_Nymphaea_sp. kamis, 04.03.10 Rida


LAMPIRAN



















PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR 2
MENGENAL STRUKTUR-FUNGSI PLANTAE DAN ANIMALIA









Di susun oleh :
1. Erfina Prisca I 09312241003
2. Novalila Azni 09312241004
3. Marina Ramadani 09312241005
4. Novi Utami 09312241046
5. Rina Rahayu 09312241047
6. Kurnia Dewi Saputri 09312241048



JURUSAN PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2009



















STRUKTUR TUMBUHAN DIOTIL DAN MONOKOTIL
A.TUJUAN
Mengidentifikasi cirri tumbuhan Dikotil dan Monokotil
B.LATAR BELAKANG
C.DASAR TEORI
D.ALAT DAN BAHAN
1.Pisau/silet
2.Loup
3.Mikroskop
4.Nampan Plastik
E.LANGKAH KERJA
1.Mengamati cirri-ciri organ tumbuhan seperti tertuang pada tabel untuk sejumlah tumbuhan pada nampan 1 dan nampan 2.
2.Memasukkan hasil pengamatan ke dalam tabel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar